|Surat Untuk Para Calon Ibu|Motivasi Sayang Ibu|
Bismillah..
Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..
=========================
Puluhan tahun lalu aku terlahir sempurna dari seorang ibu,tentu saudariku juga terlahir dari seorang ibu yang penuh dengan kelembutannya.
Aku tak pernah menyadari kelembutan ibuku,yang ku lihat bahwa dia sosok pemarah,semua kemauannya harus aku turuti,semua yang beliau berikan padaku hanya sebatas tugas orang tua pada anaknya.
Tapi aku tak pernah menyadari,aku lah sosok pemarah sehingga beliau marah padaku,aku lah sosok pembangkang sehingga beliau menuntutku taat padanya,aku lah sosok tak tahu diri. kasih sayang beliau, hanya aku anggap sebagai tugas..Astagfirullah..
Sungguh saudariku, Jangan pernah engkau meniruku sebelum semua penyesalan itu tertambat di hatimu. Kasih sayang semenjak beliau melahirkanku,tak pernah ku anggap ada sampai usiaku menginjak tua. Kebodohan-kebodohan ku,aku anggap itu lah masa remaja yang penuh kebebasan. Amanah ibu hanyalah amanah yang masuk telinga kanan keluar telinga kiri.
Tidak saudariku, engkau harus tahu,betapa berharganya ibu. Tak akan ada yang bisa menggantikan kasih sayang dan kedudukan meski dengan 2 gunung emas atau bahkan lebih sekalipun.
Hingga aku menyadarinya,sampai aku mengalaminya sendiri. Menjadi sosok ibu..yaa aku menjadi sosok ibu bagi anak-anakku.
Ketika aku melahirkan,aku menangis sejadi-jadinya. Bukan karna anakku lahir dengan sempurna,bukan pula karna aku merasa lega lantaran beban di perutku selama 9 bulan telah keluar. Bukan..bukan itu saudariku.
Tapi rasa cintaku pada ibu yang membuatku menangis. Setiap rasa sakit yang aku rasakan ketika aku melahirkan,tentu ibu ku rasakan ketika beliau melahirkanku,dan tentu saudariku rasa itu akan engkau rasakan kelak.
Sungguh saudariku,aku merasakan apa yang ibu ku dulu rasakan padaku. Aku marah ketika anak-anakku membangkang padaku,aku marah ketika anak-anakku tak menuruti perintahku. Tentu itu yang ibuku rasakan padaku dulu.
Besarnya penyesalan ini tak akan tergantikan meski aku harus memohon ampun dan berlutut pada kaki ibu ku.
Aku tak ingin semua penyesalan ini,engkau pun mengalaminya saudariku. Sebelum ibu mu jauh darimu,sebelum engakau jauh dari ibumu. Sama seperti aku yang kini jauh dari ibuku,tak bisa lagi aku membuktikan baktiku,tak sesering dulu ibu bisa memelukku namun kini aku yang ingin memeluknya meskipun jarak yang tak memungkinkan untukku memeluk beliau.
Aku tak mau sampai ada aku, aku yang lain,mengalami hal serupa. Aku hanya mampu mengirimkan doa pada beliau,tapi mungkin engkau masih bisa untuk memeluk beliau,peluklah beliau saudariku,sebelum engkau jauh darinya. Buatlah beliau bangga dengan semua baktimu,itu lah yang kini bisa engkau lakukan.
Bersama surat ini untukmu saudariku para calon ibu, aku titipkan setetes air mata agar engkau selalu ingat bahwa apa yang ibu mu alami atas dirimu,akan engkau alami saat engkau menghadapi anak-anak mu kelak.
Bersama goresan pena ini pula,aku titipkan berjuta air mata penuh kerinduan pada ibuku dan ibu-ibu di dunia,bahwa kami selalu melantunkan untaian doa,agar AllOh menjaga para ibu sebagaimana mereka menjaga dan menyayangi kami.
Ibarat sinar mentari begitulan kasih ibu..Sepanjang jaman tak akan terbalas.. Teruntai begitu indah kata-katanya di usia yang telah senja..
Yaa Robbii..ampunkanlah belia,sejahterakan dengan nikmatMu..Yang tak pudar ditelan masa..Ijinkan kami memohon padaMu.... Amin...
Waallohu’alam bi Showwab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar